Menu Home

Author Archives

Adinto F. Susanto

Menolak Ambyar ala Mark Manson

Apakah Anda pun mulai merasa kehilangan harapan? Hari-hari ini, kita mengalami sebuah momen yang sangat langka. Baru sekaranglah, perhatian semua orang di seluruh dunia terpusat pada satu hal yang sama, yaitu pandemi virus Corona, yang telah merenggut puluhan ribu nyawa tanpa ampun, dan memarjinalkan setiap aktivitas ekonomi di segala bidang. […]

Dan, Filsafat Semakin Akrab (Setelah Pandemi)

Pada 25 Maret 2020, ketika pandemi coronavirus telah meraksasa dan melibas nyaris seluruh dunia, ketika jumlah kematian di Italia dan Spanyol mencapai di atas 500 orang setiap hari, dan ketika Indonesia mulai kalang kabut menggalang pertahanan, Slavoj Žižek mengeluarkan sebuah buku, berjudul Pandemic!. Pada akhirnya, Žižek, sang filsuf turun juga. […]

Bertamu ke Benak Anak Autis, Bersama Naoki Higashida

Autisme masih cukup asing di telinga orang Indonesia. Peluang seseorang untuk mengerti secara persis apa itu autisme, terjadi hanya melalui 2 hal: dengan memiliki anak atau saudara yang mengidap autisme, atau dengan mempersiapkan diri menjadi tenaga profesional di bidang perkembangan anak. Tidak mengherankan, kehadiran anak autis di masyarakat Indonesia seolah […]

Sebenarnya, Bikin Buku untuk Siapa? Penerbit atau Pembaca?

Niat untuk berkarier menjadi seorang penulis, tentu saja mensyaratkan Anda untuk mencipta buku yang menyita perhatian. Penulis-penulis besar seperti Pramoedya Ananta Toer, Sapardi Djoko Damono, Seno Gumira Ajidarma, Dewi Lestari, Ayu Utami, atau Anwar Fuady dikenal berkat karya-karya yang sukses merebut hati pembaca tanah air. Pertanyaannya, bagaimana mengukur seberapa “hebatnya” […]

Meringkus “Post-Truth” Bersama Lee McIntyre

Istilah post-truth tiba-tiba naik daun setelah Oxford Dictionaries memilihnya sebagai word of the year pada 2016. Pemilihan tersebut terkait dengan fenomena post-truth yang telah memorakporandakan kesehatan alam pikir masyarakat Eropa dan Amerika Serikat. Kini—2 tahun kemudian, giliran kita yang harus bersiap menghadapi terjangan “badai” ini. Sebuah buku relatif baru (Februari, […]

Kapan Kita Bisa Berkata Cukup pada Toleransi?

Sejak SD, kita diajarkan untuk berbangga terhadap toleransi. Namun sejatinya, toleransi merupakan sebuah nilai yang perlu dikaji ulang. Mengapa saya skeptis dengan toleransi di negara ini? Alasannya, toleransi di Indonesia nyaris tidak ada batasnya, dan disalahmengerti. Barangkali karena di benak kita, toleransi identik dengan kerukunan dan kehidupan berdampingan antar-pemeluk agama, […]

Cara Bodoh Memahami Kapitalisme ala Yanis Varoufakis

Kapitalisme mengubah segalanya. Tidak percaya? Jika ada orang beranggapan bahwa di zaman sekarang, guru-guru tidak lagi dihormati oleh muridnya—tak seperti ketakziman murid di zaman dahulu, itu adalah salah satu dampak kapitalisme. Namun, sebelum terlampau jauh beropini, sepertinya banyak orang yang tidak memahami apa itu kapitalisme. Pemahaman awam akan kapitalisme saling […]

Inspirasi tentang Kerja Cerdas dari Morten Hansen

“Kalau gini aja sudah dapat duit, ngapain saya harus kerja kantoran?” Ungkapan pongah semacam ini sering terlontar, terutama dari para milenial. Sialnya, mereka tidak sedang membual. Bayaran dari menjadi Youtuber, misalnya, jauh mengungguli gaji bulanan pekerja kantoran yang bekerja sampai melembur—dan mereka masih bisa pelesiran dan ngopi-ngopi di kafe. Kemajuan […]